Tampilkan postingan dengan label Fiksi Malam Hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiksi Malam Hari. Tampilkan semua postingan

Menunggu Hujan di Kota

Aku mulai bosan dengan cerita ini.
Cerita yang mungkin aku ingin menulisnya selama 4 tahun.
Dan ini sudah 2 bulan.

Sekilas. Sekilas saja melihatnya dari kejauhan. Tak ada yang aku pikirkan waktu itu, hanya biasa saja. Tiap kali, dan hampir selalu hanya terlewat layaknya orang biasa.

Aku sedikit iri dengan kebanyakan orang yang tak henti-hentinya menulis. Cerita ini, cerita ini mulai membosankan..

Klaten,  2 November 2013

H-Code

Satu Tahun sudah kode-kode keyboard yang berserakan ini menemani. Satu tahun ya? rasanya belum lama dan bahkan aku belum mengenal seperti apa dia. Update. Update. Update..

"hey, kamu orang jawa?" pelan tapi pasti,
"ohh iya, hehe. kelihatan ya?" (so simple answer) kaget dan lama menunggu, masih dengan kode-kode yang mulai aku rangkai di sini.
"gak sih, tapi orang indonesia yang aku temui itu hampir semuanya orang jawa. Kamu mananya?" mungkin menatap, mungkin juga penasaran atau malah hanya kebetulan dia bertanya seperti itu. Kode-kode yang menempel ini masih ku coba ku rangkai. Tek. Tek. Tek..
Mulai bosan dengan kode yang berserakan. Pandanganku mengalihkan ke sudut kanan, dan betapa girang saat ku bisa mulai untuk update dan update hanya dengan klik. Tombol klik ini mulai menemani setiap waktu dan kesenanganku dengan kode yang berserakan itu mulai menghilang.
"Hey! It's me!" terpampang begitu besar, heran dengan apa yang dia maksud. Tidak puas dengan itu aku mulai tertarik dan melihat dengan detail. Hahaha kerenn gila.. xD

Menunggu hujan di Kota

Mungkin kemiripan, membuatku sedikit memperhatikannya. Samar - samar dan sudah kebiasaan bertemu dengannya membuat semakin ingin tahu siapa dia.

Di taman. Pertama kali. Merasa berbeda.
Dua, tiga, empat dan selanjutnya sampai waktu itu, begitu klasik pertemuan ini.

Penuh hiruk pikuk tapi terasa sepi. Menatap dengan seksama, dan kembali memperhatikan.

"gimana ? sehat?" mngkin hanya itu kata yang bisa diucapkan hingga beberapa kali di setiap harinya.

"iya, kamu?" jawaban yang begitu klasik tapi menyenangkan.

Ditemani setumpuk tugas dan hentakan sepatu, yang mungkin tak terasa lagi. Duduk kita berdua di sini di taman ini. Masih sama seperti biasa, diam dan bungkam.

Di sini aku bisa mengenang memori - memori dan berharap akan terus berlanjut. Saat kamu datang di sini dan di taman ini suatu hari nanti.



-mungkin hanya satu hari pesan itu tak sampai.

oh tidak.

mungkin satu jam.

bisa jadi satu menit bahkan satu detik.-
Yogyakarta, 21 September 2013