Robot Line Follower

Pada bagian ini akan penulis tunjukkan beberapa gambar yang memperlihatkan cara kerja robot-1 berdasarkan beberapa kemungkinan pembacaan sensor pada robot-1 terhadap garis pemandunya.
 
Gambar 1. Robot-1 berjalan lurus (kondisi ideal)

Gambar 1 menampilkan kondisi ideal pembacaan garis pandu oleh robot-1, yaitu kedua sensor utama berada disamping kanan atau kiri garis pandu sehingga menghasilkan gerak robot-1 lurus maju.

Gambar 2. Robot-1 belok/menyimpang ke kanan

Gambar 2(A) menunjukkan kondisi robot-1 bergerak menyimpang ke arah kanan sehingga sensor utama sebelah kiri berada diatas garis pandu. Apabila kondisi ini terjadi, maka robot-1 akan melakukan gerak koreksi ke arah kiri supaya posisinya kembali pada kondisi ideal, yaitu dengan cara roda kanan akan tetap berputar maju sedangkan roda kiri akan melambat atau berhenti.

Gambar 2(B) menunjukkan sensor utama sebelah kiri mengalami “gagal deteksi” garis pandu sehingga sensor cadangan sebelah kiri berada diatas garis pandu. Apabila kondisi ini terjadi maka aksi yang akan dilakukan oleh robot-1 adalah sama seperti ketika robot-1 berada pada posisi seperti gambar 2(A), yaitu melakukan koreksi posisi ke arah kiri supaya kembali pada kondisi idealnya. 


 
Gambar 3. Robot-1 belok/menyimpang ke kiri


Hampir sama dengan gambar 3(A), hanya saja arahnya berlawanan, yaitu gambar 3(A) menunjukkan bahwa robot-1 menyimpang ke arah kiri sehingga sensor utama sebelah kanan berada diatas garis pandu. Apabila kondisi ini terjadi, maka robot-1 akan melakukan gerak koreksi ke arah kanan supaya posisinya kembali pada kondisi ideal, yaitu dengan cara roda kiri akan tetap berputar maju sedangkan roda kanan akan melambat atau berhenti.

Gambar 3(B) menunjukkan sensor utama sebelah kanan mengalami “gagal deteksi” garis pandu sehingga sensor cadangan sebelah kanan berada diatas garis pandu. Apabila kondisi ini terjadi maka aksi yang akan dilakukan oleh robot-1 adalah sama seperti ketika robot-1 berada pada posisi seperti gambar 3(A), yaitu melakukan koreksi posisi ke arah kanan supaya kembali pada kondisi idealnya.

Kondisi gerak robot-1 untuk mempertahankan posisi idelanya (seperti penulis jelaskan diatas) akan terus terjadi secara berulang. Dalam hal ini sensor detektor garis pandu memiliki peran yang sangat penting.

Cerita Anak Kampus

Sudah sebulan lebih menjadi mahasiswa -lebih tepatnya disebut anak kampus- masih saja seperti dulu dan sedikit yang berubah. Lembur, tumpukan tugas dan deadline. Tiga kata itu yang selalu terngiang selama beberapa minggu setelah dinobatkan menjadi mahasiswa. Menjadi deaLiners atau tidak, mungkin menjadi sebuah pilihan bagi orang kebanyakan, tapi tidak untuk mahasiswa.
Waktu ini pun aku masih berada di kampus, dan jam dunia mengarahkan ke angka 21:43 WIB. Lembur dan lembur karena besok udah ada presentasi. Memang benar kata salah seorang kakak tingkatku, jika awal jadi mahasiswa mungkin akan mempersiapkan presentasi H-7 sebelum akan presentasi. Dan jika sudah beberapa minggu berkelana menjadi anak kampus akan membuat presentasi H-5 JAM sebelum presentasi, dan itu memang terjadi. DeadLiners sebutan yang pantas bagi orang-orang seperti itu.

Dan hari ini adalah hari yang sangat melegakan. Bagaimana tidak!! Ini habis UTS bro, ujian

Menunggu Hujan di Kota

Aku mulai bosan dengan cerita ini.
Cerita yang mungkin aku ingin menulisnya selama 4 tahun.
Dan ini sudah 2 bulan.

Sekilas. Sekilas saja melihatnya dari kejauhan. Tak ada yang aku pikirkan waktu itu, hanya biasa saja. Tiap kali, dan hampir selalu hanya terlewat layaknya orang biasa.

Aku sedikit iri dengan kebanyakan orang yang tak henti-hentinya menulis. Cerita ini, cerita ini mulai membosankan..

Klaten,  2 November 2013

Cerita Inspiratif

Cerita kali ini saya ingin memposting karya yang saya rasa gagal, karena keburu waktu. Ini adalah tulisan saya untuk memenuhi salah satu tugas ospek di perkuliahan. So Let's see..


Cerita inspiratif saya kali ini saya akan menceritakan tentang pengalaman pribadi saya mengenai solidaritas dan persahabatan. Semua orang di dunia ini pastilah punya keinginan dan hasrat untuk diperhatikan dan dipahami. Untuk itulah sahabat selalu ada untuk kalian.

Saat itu aku masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Di SMA Negeri 1 Klaten ini banyak hal yang terjadi dan di situlah aku tumbuh berkembang menjadi seorang manusia. Cerita ini dimulai saat salah seorang temanku mengajak pergi berlibur ke kota Semarang pada liburan akhir semester nanti. Dia (tidak disebutkan namanya) adalah salah satu teman dekatku waktu aku masih duduk di jenjang SMA. Kami memang sering melakukan sesuatu bersama, karena mungkin hal yang kami sukai itu hampir sama semua, seperti bermain game dan sebagainya.

Liburan akhir semester tiba aku, dia dan temanku satunya lagi bergegas bersiap-siap untuk liburan ke Semarang. Kami bertiga naik sepeda motor masing-masing, dan itu merupakan